Desk Verifikasi Mitigasi Struktural Gotong Royong Tahun 2026 di Kapanewon Saptosari

Gunungkidul, 29 Januari 2026 – Upaya penguatan ketangguhan bencana di wilayah selatan DIY terus digenjot melalui mekanisme gotong royong berbasis masyarakat. Kemarin, Kamis (29/1/2026), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunungkidul bersama tim verifikasi Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) menggelar Sosialisasi sekaligus Desk Verifikasi Proposal Mitigasi Struktural Gotong Royong Tahun 2026.Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut langsung dari Surat Edaran Bupati Gunungkidul Nomor 71 Tahun 2025 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Kegiatan Mitigasi Bencana Berbasis Gotong Royong Tahun Anggaran 2026.Acara berlangsung di Aula Kapanewon Saptosari mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai. Hadir perwakilan dari 25 kalurahan yang tersebar di empat kapanewon, yakni :

  • Saptosari
  • Paliyan
  • Panggang
  • Purwosari

Para perwakilan kalurahan membawa berkas usulan berupa draft proposal, rencana anggaran biaya (RAB), peta lokasi beserta titik koordinat, serta dokumen pendukung lainnya. Tim verifikasi gabungan BPBD dan DPUPRKP melakukan pengecekan satu per satu melalui format desk verifikasi untuk memastikan beberapa aspek krusial, antara lain:

  • Kesesuaian lokasi dengan peta rawan bencana
  • Relevansi jenis kegiatan struktural dengan ancaman dominan di masing-masing kalurahan (longsor, abrasi tebing pantai, banjir bandang, kekeringan, dll.)
  • Kelayakan teknis desain sederhana dan spesifikasi bahan
  • Ketepatan perhitungan RAB sesuai standar satuan harga daerah
  • Kelengkapan administrasi dan komitmen partisipasi masyarakat

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Gunungkidul menegaskan bahwa verifikasi ketat ini dilakukan agar dana yang dialokasikan benar-benar memberikan manfaat maksimal dalam pengurangan risiko bencana, sekaligus menjaga prinsip akuntabilitas dan transparansi penggunaan anggaran.“Kegiatan gotong royong mitigasi struktural bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi juga pembangunan kesadaran dan kemandirian masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana yang semakin kompleks di wilayah pesisir dan perbukitan Gunungkidul,” ujarnya.Diharapkan, setelah tahap verifikasi ini selesai, proposal yang lolos dapat segera memasuki tahap persetujuan dan pencairan dana sehingga pelaksanaan fisik di lapangan dapat dimulai pada awal musim kemarau 2026. Dengan demikian, berbagai infrastruktur pengaman seperti bronjong, turap, talud penahan tanah, sumur resapan, embung tadah hujan, dan saluran pengendali air diharapkan dapat semakin banyak dibangun secara swadaya bersama warga.Sinergi antara pemerintah kabupaten, BPBD, DPUPRKP, serta pemerintahan kalurahan diharapkan terus diperkuat demi mewujudkan Gunungkidul yang lebih tangguh, aman, dan sejahtera di tengah ancaman perubahan iklim serta dinamika geologi kawasan karst.Informasi lebih lanjut terkait daftar proposal yang lolos verifikasi dan jadwal pelaksanaan dapat dipantau melalui kanal resmi BPBD Kabupaten Gunungkidul serta website Pemerintah Kabupaten Gunungkidul. Tetap semangat gotong royong untuk ketangguhan wilayah!

Previous Cuaca Ekstrem Terjang Gunungkidul pada 10 Januari 2026, 5 Rumah dan Infrastruktur Terdampak di 12 Kapanewon

Leave Your Comment

Skip to content