Gunungkidul, 10 Januari 2026 – Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang kembali melanda Kabupaten Gunungkidul pada Jumat (10/1/2026), menyebabkan sejumlah kerusakan pada fasilitas pribadi, infrastruktur, dan fasilitas umum.
Menurut update infografis penanganan bencana dari BPBD Gunungkidul per pukul 20.30 WIB, kejadian bermula sejak Kamis malam (9/1/2026) sekitar pukul 17.00 WIB, ketika hujan deras dan angin kencang menerjang wilayah tersebut. Dampak terasa hingga Jumat sore, dengan total 12 kapanewon terdampak, meliputi 19 kalurahan seperti Bunder, Pljan, Jetis, Girisubo, Saptosari, Patuk, Paliyan, Semanu, dan lainnya.
Kerusakan yang tercatat mencakup 5 rumah warga, 6 titik jalan yang terganggu akibat pohon tumbang dan material longsor, 2 sekolah, 10 talud rusak, 2 kandang ternak, serta 1 bangunan usaha. Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka yang dilaporkan dalam kejadian ini.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Gunungkidul bersama instansi terkait telah melakukan assesment di lokasi kejadian sejak pukul 19.00 WIB untuk meminimalisir dampak lanjutan. Bantuan berupa peralatan dan logistik permakanan juga telah disalurkan kepada masyarakat terdampak.
BPBD menghimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem. Rekomendasi yang diberikan meliputi pemangkasan pohon lapuk dan cabang berat yang berpotensi roboh saat angin kencang, serta menghindari berteduh di bawah pohon besar, talud rawan longsor, atau reklame saat hujan deras disertai angin.
Kejadian ini menambah catatan dampak cuaca ekstrem di Gunungkidul pada awal tahun 2026. Pihak berwenang terus memantau situasi dan siap memberikan dukungan lebih lanjut jika diperlukan. Pusat informasi dapat dihubungi melalui Pusdalops BPBD Kabupaten Gunungkidul.